Mesin pompa air sebagai bagian dari peralatan listrik rumah

Dengan cara kerja seperti ini, hal yang perlu dihindari adalah bukaan keran yang kecil. Apalagi jika system instalasi airnya tidak menggunakan penampung air (tandon / toren).

Mengapa?

Karena berakibat mesin pompa air akan sering start dan stop dalam interval pendek.

Siapapun tentu tahu, bahwa bukaan keran yang kecil akan membuat aliran air menjadi kecil.

Tetapi mesin pompa air tetap mengeluarkan air dalam jumlah sama, sehingga tekanan dalam pipa dan tabung akumulator akan naik.

Akhirnya pressure switch akan bekerja memutus arus listrik ke motor pompa sehingga stop.

Karena aliran air yang kecil pada keran tadi terus mengalir, maka dalam waktu singkat tekanan air dalam pipa dan akumulator kembali turun sampai pressure switch kembali membuat motor listrik start dan pompa berputar kembali.

Begitu seterusnya berulang-ulang hingga keran air ditutup sepenuhnya atau dibuka sepenuhnya.

Sistem pengoperasian seperti ini bisa boros listrik dan juga umur dari motor listrikakan lebih pendek.

Mengapa lagi nih?

Yukkita telaah bareng-bareng

Hampir semua mesin pompa air menggunakan motor listrik jenis motor induksi.

Apa sih motor induksi itu?

Oke..disini kita akan sedikit menyentuh sisi teori dari listrik ini untuk membantu pemahaman.

Kita lihat contohnya dulu deh.

Salah satu contohadalah kipas angin. Nahbisa dilihat kan penampakannya.

Motor induksi adalah suatu mesin listrik yang bekerja berdasarkan hukum induksi.

Secara singkat, ada dua bagian besar dalam motor induksi, yaitu stator dan rotor. Dua-duanya berbentuk kumparan atau gulungan kawat listrik.

Kumparan stator merupakan kumparan yang diam (asal kata : statis) dan kumparan rotor merupakan kumparan yang berputar (asal kata : rotasi).

Scroll to Top